269 Mahasiswa KKN Uniku di Kuningan Resmi Dibuka


269 Mahasiswa KKN Uniku di Kuningan Resmi Dibuka

UNIKU JAYA – Sebanyak 269 mahasiswa dan mahasiswi Universitas Kuningan (Uniku) yang berlokasi kuliah kerja nyata (KKN) di Kabupaten Kuningan, secara resmi dibuka oleh Bupati Kuningan yang diwakili oleh Asisten Daerah (Asda) I Maman Suherman, M.Si. Proses pembukaan KKN Uniku 2018 di Kabupaten Kuningan itu, berlangsung di Ruang Rapat Purbawisesa Kompleks Pendopo Kabupaten Kuningan, Kamis (19/07/2018).

Menurut laporan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Kuningan (Uniku) Oding Syafrudin, MM., dalam laporannya, mengatakan, kuliah kerja nyata (KKN) pada tahun ini akan berlangsung mulai dari 19 Juli – 13 Agustus 2018 itu, diikuti oleh 269 mahasiswa yang ditempakan di Kabupaten Kuningan di empat (4) Kecamatan yaitu Kuningan, Cigugur, Sindangagung dan Pasawahan.

“Mahasiswa yang ditempatkan di Kabupaten Kuningan ada di empat (4) Kecamatan yaitu Kuningan, Cigugur, Sindangagung dan Pasawahan dengan jumlah mahasiswa 269. Sisanya sekitar 733 mahasiswa ditempatkan di Kabupaten Majalengka meliputi Kecamatan Talaga, Banjaran, Maja, Argapura, Sindang dan Rajagaluh,” tuturnya.

Adapun untuk tema KKN 2018 itu bertemakan “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Desa” dengan tujuan untuk mendukung program pemberdayaan masyarakat yang dicanangkan oleh pemerintah, teridentifikasi factor-faktor produksi di desa yang dapat dikembangkan sebagai potensi desa, menyusun program pemanfaatan potensi dan terciptanya produk ikonik yang bernilai guna.

“Bukan hanya itu saja, tetapi bisa juga tujuannya adalah agar terciptanya kerjasama berkesinambungan antara mahasiswa peserta KKN, Universitas Kuningan (Uniku) dan masyarakat dalam memberdayakan potensi desa,” ujarnya.

Dirinya berharap, dengan terselenggaranya kegiatan KKN 2018 ini baik yang ada di Kabupaten Kuningan dan Majalengka, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di lokasi KKN.

“Semoga, kegiatan KKN 2018 dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di lokasi KKN dan bagi Kabupaten Kuningan serta Majalengka pada umumnya,” harapnya.

Rektor Universitas Kuningan (Uniku) Dr. Dikdik Harjadi, SE., M.Si., dalam sambutannya, mengatakan, KKN merupakan program wajib yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa sebelum lulus dari perguruan tinggi.

“Pada tahun ini, KKN dilaksanakan di dua (2) Kabupaten yaitu Kuningan dan Majalengka. Mahasiswa Uniku, bukan hanya tahun sekarang saja melaksanakan KKN diluar Kabupaten Kuningan. Uniku pernah melaksanakan KKN di Cirebon dan Brebes,” tuturnya.

Uniku sudah beberapa tahun mengembangkan KKN tematik. Untuk tahun sekarang, tema KKN itu sendiri adalah “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Desa yang mana tema ini diturunkan dari visi Uniku itu sendiri.

“Harapannya, kami bisa menjadi bagian yang turut berkontribusi positif, bersinergi dengan Pemerintah untuk merealisasikan “OVOP” atau One Village One Product. Jaga diri, etika dan tatakrama serta yang paling utama adalah jaga nama baik almamater Uniku,” jelasnya.

Sedangkan, Ketua Yayasan Pendidikan Sang Adipati Kuningan (YPSAK) Drs. Uri Syam, SH., MH., mengatakan, dirinya hanya menitipkan nama baik almamater Uniku kepada seluruh mahasiswa dan mahasiswi Uniku yang pada hari ini akan melaksanakan kegiatan KKN di Kabupaten Kuningan dan Majalengka.

“Saya titip nama baik Uniku dan saya ucapkan selamat jalan dan selamat bekerja,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Kuningan yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Asisten Daerah (Asda) I Maman Suherman, M.Si., mengatakan, kami atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan mengucapkan terimakasih kepada pihak Uniku atas kepercayaannya untuk menjadikan Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka sebagai tempat KKN dengan jumlah 1002 mahasiswa.

“Terimakasih kepada Uniku atas kepercayaannya kepada kami  untuk menjadikan Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka sebagai tempat KKN 2018,” tuturnya.

Dengan adanya kegiatan KKN ini, diharapkan dapat membantu dan menunjang pembangunan dari berbagai sektor.

“Jadikan KKN ini sebagai ajang mendekatkan diri dengan masyarakat. Transfer ilmu pengetahuan dan keterampilannya semasa menempuh pendidikan di Uniku sesuai dengan bidangnya masing-masing serta dapat menggali potensi-potensi yang ada untuk kesejehteraan masyarakat,” ujarnya.

Diakhir sambutannya, dirinya menghimbau untuk para mahasiswa supaya dapat menggunakan metode komunikasi yang tepat dan santun sesuai dengan adat istiadat yang ada.

“Perhatikan rambu-rambu yang telah ditetapkan Uniku, melakukan koordinasi dengan unsur muspika serta kepada para Camat, Lurah dan Kades kami berpesan untuk bisa memonitor dan membantu mahasiswa agar dapat terlaksana program yang telah dibuat dengan baik,” pungkasnya.

Hadir dalam acara pembukaan, Bupati Kuningan yang diwakili oleh Asda I Maman Suherman, M.Si., Ketua Dewan Pembina YPSAK Drs. Djuhari Karnawisastra, M.Pd., beserta jajarannya, Ketua Dewan Pengurus YPSAK Drs. Uri Syam, SH., MH., beserta jajarannya, Rektor Universitas Kuningan (Uniku) Dr. Dikdik Harjadi, SE., M.Si., beserta jajarannya, 269 mahasiswa dan mahasiswi peserta KKN di Kabupaten Kuningan dan tamu undangan lainnya.